Luhut Ingin Aplikasi Peduli Lindungi Bisa Digunakan Untuk Alat Pembayaran Digital

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memiliki wacana untuk memperluas fungsi sistem aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pembayaran digital. Seperti yang kita tahu, di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah Indonesia menerapkan aplikasi tersebut sebagai salah satu syarat perjalanan seluruh moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga darat. Tidak hanya itu, kini masuk mall, supermarket, hingga bioskop juga harus menggunakannya.

Apa tujuan dari penerapan aplikasi PeduliLindungi? Mengutip dari laman resminya, aplikasi ini dikembangkan untuk melakukan pelacakan, sehingga pemerintah dapat bekerja lebih maksimal dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Melalui aplikasi ini pengguna bisa tahu jika lokasi tempat mereka berada di zona merah, kuning, atau hijau, sehingga dapat lebih waspada.

Berikut ini cara menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi pemula

  •       Unduh aplikasi lewat App store atau Play Store.
  •       Buka dan berikan izin akses kamera, penyimpanan, dan lokasi.
  •       Buat akun dengan mengisi NIK, nomor telepon, dan nama lengkap sesuai KTP.
  •       Bagi pengguna yang sudah memiliki akun dapat langsung login melalui nomor telepon yang didaftarkan.
  •       Melakukan verifikasi kode OTP yang dikirim via SMS.
  •       Anda akan masuk ke home PeduliLindungi setelah berhasil login.
  •       Ada sejumlah menu yang bisa digunakan, mulai dari pendaftaran vaksin, scan QR Code, paspor digital, diary perjalanan, info penting, teledokter, hingga e-hac.
  •       Untuk masuk ke tempat umum seperti mall atau bioskop, silahkan masuk ke menu scan QR code.
  •       Akan muncul informasi tentang status dan jumah pengunjung di tempat yang Anda datangi.
  •       Setelah keluar dari tempat tersebut, Anda bisa checkout.

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran Digital, Mungkinkah?

Menurut Luhut, aplikasi ini bisa dikembangkan menjadi alat pembayaran digital, jadi tak hanya dipakai saat penerapan protokol kesehatan saja. Jika benar diterapkan maka bisa jadi bukti kepada dunia bahwa Indonesia terus bertransformasi menjadi lebih baik. Luhut berkata Indonesia bisa berubah lebih tangguh dan bisa menatap hari esok dengan baik.

Wacana memasukan sistem pembayaran digital dalam aplikasi PeduliLindungi sangatlah mungkin dengan adanya QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar). Ini adalah standar kode dalam sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) dan Bank Indonesia. Dengan adanya QRIS, aplikasi PeduliLindungi juga bisa menjadi alat pembayaran digital untuk masyarakat.

Selain itu, Menko Luhut juga menilai bahwa aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh rangkaian Karya Kreatif Indonesia dan program Bangga Buatan Indonesia. Karena saat ini sering digunakan masyarakat dalam berbagai aktivitas, aplikasi PeduliLindungi juga bisa menawarkan berbagai produk premium yang berkualitas dan sesuai standar tinggi. Jadi sebelum produk tersebut dijual ke pasar nasional maupun global, kualitas dari produk harus diperhatikan dulu.

Dalam hal ini peran para UMKM sangat dibutuhkan. Jika ingin mengembangkan jangkauan bisnisnya, maka sangat penting memperhatikan kualitas barang yang dijual, ucap luhut. Untuk mewujudkan wacana tersebut, ia meminta tim Gerakan Nasional bangga Buatan Indonesia dan stakeholder terkait lainnya untuk mampu memberikan pembinaan dan pelatihan yang berhubungan dengan kontrol kualitas produk UMKM.

Selain UMKM, Luhut juga meminta masyarakat Indonesia turut berpartisipasi dalam mengawasi kualitas produk UMKM di pasaran. UMKM juga harus bisa memanfaatkan pasar digital agar lebih mudah masuk ke ekosistem digital.

Beberapa pihak menilai keinginan Luhut belum perlu karena masih ditemukan sejumlah kecacatan pada aplikasi PeduliLindungi. Salah satu yang menyampaikan gagasan ini adalah guru besar bidang sosiologi Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Profesor Sulfikar Amin yang menyebut bahwa tidaklah pas menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pembayaran. Karena sistemnya dikembangkan untuk menangani masalah kesehatan saja.

Luhut Minta Aplikasi PeduliLindungi Diterapkan di Semua Tempat Umum

Selama pandemi, masyarakat selalu diingatkan untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan supaya terhindar dari virus ini. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas atau dikenal dengan singkatan 5M.  Luhut mengatakan semua kegiatan masyarakat nanti akan dipantau melalui aplikasi PeduliLindungi dengan tujuan memastikan bahwa lokasi yang didatangi hanya diisi oleh orang-orang yang sudah divaksin atau tidak ada yang positif Covid-19.  

Inilah yang menjadi upaya pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi yang sudah hampir satu setengah tahun mengacaukan perekonomian negara. Meskipun beberapa waktu terakhir data orang positif Covid-19 lebih rendah, bukan berarti tidak ada potensi peningkatan di masa mendatang. Maka dari itu kita semua harus menjaga protokol kesehatan supaya bisa segera keluar dari kondisi tersebut, ucap Luhut.

Selain menjadi syarat perjalanan di Indonesia, Luhut juga meminta aplikasi yang menyimpan data terkait Covid-19 ini diterapkan pada semua tempat umum. Terutama pada area publik yang berpotensi didatangi oleh banyak orang. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 30 juta masyarakat Indonesia yang menggunakannya. Luhut yakin seiring dengan meluasnya penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di semua tempat umum serta vaksinasi yang gencar dapat meningkatkan jumlah pengguna di akhir tahun.